Mengapa Anak Thinking Gak Jago Matematika?

Mengapa Anak Thinking Gak Jago Matematika?

oleh: Monde Ariezta

Pertanyaan di atas mungkin sering ditanyakan oleh para orangtua atau guru yang punya anak Thinking tapi gak jago matematika. Padahal, katanya Thinking itu kan jago matematika. Eits, kata siapa?

Perlu dipahami bersama, jika ada anak Thinking, bukan berarti dia jago matematika. Lho, bukannya dia suka berhitung? Ya, betul, anak Thinking suka berhitung, tapi bukan berarti ada efek langsung terhadap jago matematika. Maksud dari suka berhitung adalah bahwa ia selalu memperhitungkan segala sesuatu. Itu karena di otak Neokortek Kiri yang menjadi otak dominannya Thinking, ada fungsi Analysis. Fungsi ini membuatnya selalu menganalisis hal apapun yang masuk ke otaknya, sehingga membuatnya selalu memperhitungkan segala sesuatu.

Ketika disampaikan sesuatu, ia tidak langsung percaya 100%, sebab ia perlu melewati dulu proses analisis terhadap hal yang disampaikan. Jika sudah diperhitungkan baik buruknya, benar tidaknya, masuk akal atau tidak, barulah ia memutuskan apakah akan percaya 100% atau tidak. Ketika dia akan memilih sesuatu, fungsi analisisnya bekerja, ia akan perhitungkan segala sesuatu mengenai apa yang akan dipilihnya, maka wajar jika proses memilihnya cenderung butuh waktu lama. Jadi intinya, kemampuan kalkulasi merupakan salah satu kemampuan terbaiknya, dan kalkulasi tidak hanya dipakai untuk menghitung matematis, tetapi memperhitungkan segala hal baik angka maupun sebuah potensi kejadian.

Kita lihat matematika. Ilmu ini memerlukan kemampuan kalkulasi yang baik. Sehingga boleh dibilang, dibanding tipe lainnya, maka tipe Thinking adalah tipe yang paling memungkinkan untuk jago matematika. Secara bakat, ia lebih berbakat untuk jago matematika. Tapi, jika ia tidak melatih atau dilatih kemampuan kalkulasinya, tidak suka (no passion) dengan pelajaran matematika, atau sebab lainnya, maka tidak tertutup kemungkinan ia menjadi Thinking yang gak jago matematika. Kalau sudah begini, maka tinggal diatasi penyebab ia tidak jago matematika, asalkan jangan dilazimkan bahwa seolah-olah Thinking itu mesti jago matematika.

Lalu bagaimana jika ia ingin jago berhitung (yang akhirnya memunculkan potensi untuk jago matematika)? Mungkin hal-hal berikut perlu dilakukan:

1. Latihlah ia untuk selalu menganalisis sesuatu. Semakin dilatih, maka kemampuan analisisnya semakin tajam, dan akhirnya tidak akan butuh waktu lama untuk memperhitungkan segala sesuatu. Artinya, makin terbiasa menganalisis, makin ekspert berhitung. Thinking yang masih lama dan kurang tajam atau tidak akurat memperhitungkan, berarti ia belum jadi Thinking yang terlatih.

2. Thinking pandai menemukan sebab musabab suatu hal atau masalah terjadi. Tapi kalau ia ingin jago berhitung, jangan cuma berhenti di menemukan sebab musabab, latihlah pula untuk menentukan sebuah formula atau taktik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dengan begitu ia akan pandai memberi solusi dan jadi ekspert dalam memahami segala hal.

3. Kurangi cara bertindak “langsung action” karena itu adalah cara bekerja orang Sensing dan Sensing memang berkapasitas untuk langsung action. Jika Thinking terlalu langsung action, maka hasilnya tidak akan seoptimal orang Sensing, atau bahkan hasilnya malah akan gagal. Justru kekuatan Thinking adalah di analisis dan perhitungannya. Jika banyak orang berkata kalau ingin buka bisnis adalah action jangan banyak mikir, maka ini kurang berlaku untuk Thinking. Ia justru perlu akurat memperhitungkan bisnisnya untuk menjadi bisnis yang besar.

4. Jika ingin jago matematika, kursuskan ia matematika. Karena bagaimana pun, jika ia ingin jago matematika, ia butuh wadah untuk menggembleng dirinya jago matematika. Tapi pastikan, ia pun punya passion dengan ilmu matematika. Jika tidak, maka tak usah dipaksakan.

Jadi, mengapa anak Thinking Anda gak jago matematika?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *