Parenting Style dan Personality Genetik perkembangan karakter anak

PENGARUH PARENTING STYLE DAN PERSONALITY GENETIC TERHADAP PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK DI PAUD ISLAMIC SCHOOL

Pembangunan karakter sangat penting untuk menjadi arus utama pendidikan utama di Indonesia untuk latar formal, non-formal dan informal. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter anak, yaitu gaya pengasuhan dan kepribadian genetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh gaya pengasuhan dan kepribadian genetik terhadap perkembangan karakter anak. Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan menggunakan metode survei dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua siswa di Sekolah Islam Yayasan Pendidikan Aya Sophia. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan sampel acak sederhana melalui elektronik ke populasi 1.243 orang tua siswa. Hasil kuesioner yang dikembalikan dan valid adalah 398 sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Instrumen penelitian ini adalah modifikasi dari Parenting Style Questionnaire (PSQ) Robinson et al. (1995) dan Roman et al. (2015). Untuk mengukur kepribadian genetik, instrumen ini diadaptasi dari Konsep Kepribadian STIFIn (Poniman, 2013). Instrumen lain yang digunakan untuk mengukur perkembangan karakter anak-anak adalah adaptasi dari Poniman et. Al (2014). Analisis dari penelitian ini menggunakan SEM (Structural Equation Model) dengan SmartPLS versi 3.0 sebagai alat statistik.

Hasil penelitian ini berpendapat bahwa gaya pengasuhan dan kepribadian genetik memiliki pengaruh positif dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter anak. Instrumen lain yang digunakan untuk mengukur perkembangan karakter anak-anak adalah adaptasi dari Poniman et. Al (2014). Analisis dari penelitian ini menggunakan SEM (Structural Equation Model) dengan SmartPLS versi 3.0 sebagai alat statistik. Hasil penelitian ini berpendapat bahwa gaya pengasuhan dan kepribadian genetik memiliki pengaruh positif dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter anak. Instrumen lain yang digunakan untuk mengukur perkembangan karakter anak-anak adalah adaptasi dari Poniman et. Al (2014). Analisis dari penelitian ini menggunakan SEM (Structural Equation Model) dengan SmartPLS versi 3.0 sebagai alat statistik. Hasil penelitian ini berpendapat bahwa gaya pengasuhan dan kepribadian genetik memiliki pengaruh positif dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter anak.

Pengaruh parenting style terhadap pengembangan karakter anak

Ada pengaruh antara pendidikan di keluarga dengan pengembangan karakter anakanaknya. Keluarga merupakan landasan unit kerja sama sosial dengan melibatkan orang tua, ayah dan ibu, untuk bekerja bersama dalam mendidik anak anaknya (Coleman dalam Puspitawati, 2012). Huver et al. (2010) menyatakan bahwa parenting style mempengaruhi personality remaja. Puspitawati dan Sarma (2012) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa ada korelasi antara pengasuhan dengan kemampuan kontrol diri anak. Dengan kata lain dinyatakan bahwa perilaku anak dipengaruhi oleh perlakuan orang tua terhadap dirinya.

Hasil penelitian Abidin (2011) juga menunjukkan bahwa gaya pengasuhan yang didasari atas kasih sayang dan penerimaan positif yang tinggi, tidak diabaikan, tidak diserang dan tidak ditolak, berpengaruh positif terhadap perilaku sosial anak. Hal ini berarti bahwa orang tua yang menerapkan gaya pengasuhan yang baik akan menjadikan perilaku sosial anak semakin baik. Hal ini sejalan juga dengan hasil penelitian Oktafiany dkk (2013) bahwa ada korelasi positif antara pola asuh/parenting dan kecerdasan emosi anak.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa pola asuh terbaik adalah demokratis. Berdasarkan penjelasan di atas maka diduga bahwa parenting style berhubungan dengan pengembangan karakter anak di Aya Sophia Islamic School.

Pengaruh personality genetic terhadap pengembangan karakter anak

Dalam konteks nature, karakter seseorang dipengaruhi oleh struktur genetis yang merupakan cetak biru (blue print) kekuatan dan kelemahan seseorang serta menjadi “kode” tiap individu yang bersifat tetap (Misbach, 2010). Personality genetic merupakan karakter bawaan yang berkaitan dengan dominasi sistem kerja otak. Personality genetic dapat diketahui dengan metode biometri dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah STIFIn fingerprint analysis. Poniman (2012) menyatakan bahwa fenotipe dipengaruhi oleh faktor genotipe dan lingkungan. Salah satu faktor genotipe yang menentukan adalah personality genetic. Berdasarkan penjelasan di atas, maka diduga bahwa personality genetic berpengaruh terhadap pengembangan karakter anak di Aya Sophia Islamic School.

Baca juga :

Categories :
Share it :
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi

Ingin konsultasi mengenai STIFIn di Rumah STIFIn Bekasi?
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial

Booking Konsultasi

*Jadwal konsultasi akan di infokan oleh admin

Tanya admin? Chat Via Whatsapp